Tentang Kami

Maze Corpo awalnya adalah tim pengembangan game yang hanya terdiri dari 2 anggota, Tristan dan Khalis. Mempunyai mimpi untuk menciptakan sebuah game yang sekiranya akan mengguncang pemain dengan storytelling yang imersif dan grafis yang memukau, meskipun keduanya tidak memiliki keahlian untuk pemrograman tapi tetap berusaha dan menggapai mimpinya

Tristan adalah seorang pemuda berumur 22 Tahun, seorang sarjana dari ITI (Institut Teknologi Indonesia) jurusan Teknik Informatika, dulu hanya seorang pemuda yang polos, lulusan pesantren dan bahkan tidak tahu apa-apa tentang komputer dan teknologi, suruhan orang tua lah yang membuatnya terdampar di ITI tanpa ada satupun pegangan, tapi karena ambisi nya tentang hidup sejahtera dan mapan. Dorongan tersebut membuat semua langkah begitu berapi-api hingga sampai lah pada titik dimana dia bertemu dengan Khalis, seorang pemuda juga sama sepertinya

Khalis juga seorang pemuda, sama seperti Tristan, hanya berumur 1 tahun lebih muda darinya, nasib latar belakang nya lebih baik, karena berasal dari keluarga yang mendukungnya menjadi seorang programmer sejak kecil, dia juga seorang sarjana dari ITI, jurusan yang sama pula dengan Tristan. Awal pertemuannya dengan Tristan membuatnya berpikir kalau pengembangan game pasti begitu seru dalam artian akan begitu banyak peluang dan potensi yang bisa dikembangkan, meski nanti prosesnya akan sangat menyulitkan seperti neraka, tapi karena ketularan oleh cipratan api semangat dari Tristan, dia pun memantapkan langkah untuk terus maju bersama Tristan

Perencanaan

Semua bermula dari dua orang dengan jalan hidup yang berbeda: Tristan dan Khalis. Tristan, seorang lulusan pesantren yang bahkan belum pernah menyentuh kode program sedikit pun, hanya bermodal rasa ingin tahu dan semangat belajar yang tinggi. Sementara itu, Khalis sudah lama menapaki dunia pemrograman, bermimpi menjadi seorang developer sejak lama dan punya arah yang jelas tentang masa depannya di dunia teknologi.

Pertemuan mereka di Institut Teknologi Indonesia (ITI) menjadi titik balik segalanya. Dari obrolan santai di kampus yang awalnya hanya seputar game, ide-ide mulai bermunculan, lebih tepatnya Tristan yang menjadi maniak game karena lama dikekang di pesantren kemudian menyentuh dunia baru diluar lingkungan membuat segala ide dan fantasi bermunculan dalam benaknya. Tentang bagaimana sebuah game bisa lebih dari sekadar hiburan, bisa menjadi pengalaman yang menggugah perasaan dan imajinasi. Diskusi itu berkembang menjadi perdebatan hangat, lalu berubah menjadi visi bersama.

Dari situ lahirlah rencana untuk membentuk sebuah tim, bukan sekadar tim pengembang, tapi wadah bagi orang-orang dengan semangat yang sama yaitu menciptakan sesuatu yang punya makna. Sebuah perjalanan yang dimulai bukan karena kemampuan, tapi karena keyakinan bahwa mimpi bisa tumbuh dari mana saja, bahkan dari pertemuan sederhana dua orang dengan impian besar yang melahirkan nama baru, Maze Corpo, yang tentunya juga terinspirasi dari sebuah game.

Awal Perjuangan

Setelah ide besar itu lahir, langkah berikutnya tidak semudah membalikkan tangan. Tristan dan Khalis memulai semuanya dari nol, tanpa modal besar, tanpa tim profesional, hanya dengan laptop seadanya dan keinginan untuk belajar hal baru setiap hari. Tantangan datang silih berganti, dari bug yang tak berkesudahan, keterbatasan waktu kuliah, hingga rasa ragu apakah mimpi ini benar-benar bisa jadi kenyataan. Tapi justru di situlah semangat mereka diuji dan ditempa.

Perlahan, satu demi satu ide mulai berubah menjadi prototipe, dan dari situ muncul keyakinan bahwa Maze Corpo bukan sekadar mimpi iseng di kampus. Setiap malam yang mereka habiskan untuk menulis kode, menggambar konsep, dan berdiskusi panjang menjadi fondasi pertama berdirinya tim ini. Meski kecil, perjuangan itu menanamkan satu hal yang akan terus mereka pegang sampai sekarang: bahwa game terbaik lahir dari tekad, bukan dari kemewahan.

Membentuk Company

Setelah berbulan-bulan berkutat hanya berdua, Tristan dan Khalis mulai menyadari satu hal, bahwa membuat game bukan pekerjaan yang bisa ditanggung sendiri. Ide terus bermunculan, tapi waktu dan tenaga mereka terbatas. Malam-malam panjang mulai terasa lebih berat, dan tekanan dari coding, desain, serta manajemen waktu membuat mereka berpikir ulang kalau ingin maju, mereka butuh lebih dari sekadar dua pasang tangan.

Dari situlah lahir gagasan untuk membentuk company. Bukan dengan cara mencari karyawan atau menggaji developer profesional, tapi dengan membuka ruang bagi orang-orang yang punya semangat yang sama yang melihat game bukan sekadar proyek, tapi karya yang hidup. Mereka mulai mengajak teman-teman yang juga haus akan tantangan dan ingin tumbuh bareng, membangun tim kecil yang solid, saling melengkapi, dan tumbuh di atas dasar mimpi bersama. Dari sini, Maze Corpo mulai berwujud bukan hanya sebagai sebuah nama, melainkan keluarga yang punya tujuan yang sama: menciptakan sesuatu yang berarti.

Petik & Tanam Kembali

Setelah melewati masa-masa penuh perjuangan, Maze Corpo kini tumbuh menjadi tim yang solid. Pohon yang dulunya hanya benih kecil kini berdiri tegak, berakar kuat di tanah pengalaman dan semangat. Setiap proyek, setiap ide, dan setiap malam tanpa tidur telah menjadi buah dari perjalanan panjang itu. Tapi bagi kami, hasil bukanlah akhir. Setiap keberhasilan adalah kesempatan untuk belajar, memetik apa yang telah tumbuh, lalu menanam kembali sesuatu yang baru.

Seperti pepohonan yang terus memberi naungan, kami ingin Maze Corpo menjadi tempat yang meneduhkan baik bagi tim yang tumbuh di dalamnya, maupun bagi para pemain yang menikmati karya kami. Selama masih ada ide yang bisa disemai dan mimpi yang bisa ditanam, kami akan terus menjaga agar akar ini tetap kuat, dan daun-daunnya tetap hijau, menebarkan kesejukan bagi siapa pun yang datang berlindung di bawahnya.